Posted by: andersenpanjaitan | September 12, 2008

Persembahanku Untuk Wanita

Pagi  ini,  18  Agustus  2007  aku  menerima sms dari seorang teman baikku. Seorang wanita.  SMS  tersebut menyebutkan bahwa dia menyukai seorang pria yang  wajahnya  cukup  di  kenal  di televisi belakangan ini. Kebetulan aku cukup kenal kenal  dengan  presenter  muda berbakat itu dan kami sesekali SMS-an saling  menanyakan  kabar  masing-masing.

Kepada  temanku itu aku berkata, “Sangat  manusiawi  hehehe … Tetapi dia sudah punya kekasih. Kalaupun belum kamu mesti  bersaing dengan ratusan wanita yang mungkin memiliki rasa yang sama. Coba aja..”

Sejujurnya,  aku   sudah  sering mendengar teman-teman wanitaku sharing dia menyukai  pria  ini, pria itu dan entah siapa lagi selanjutnya. Bahkan aku pernah membaca blog  seorang  wanita  yang aku kenal baik, di dalamnya ia menulis bagaimana ia suka  dengan seorang pria dan sangat berharap dapat menjadi  kekasihnya.  Ia  merindukan  sang arjuna yang belum tentu tahu apa yang ia rasakan. Bagai pungguk merindukan bulan. Kasihan …

Di  usiaku  yang  sudah  menginjak  28  tahun, tentunya aku memiliki banyak teman  pria  dan  wanita  yang  sebaya denganku. Kalaupun di bawah atau di atas, usianya tidak jauh-jauh dari angka tersebut.

Aku  coba  untuk  merenung,  kenapa  beberapa bahkan  mungkin banyak teman wanitaku  atau lebih tepatnya para wanita belum menemukan seorang pria yang bakal menjadi  pasangan hidupnya. Padahal setahuku, bagaimanapun minus-nya seorang  wanita (kalau ia menganggap dirinya demikian), paling tidak pernah satu kali  “ditembak”  pria,  dengan  kalimat  ini,  “Aku menyukaimu” atau “Bersediakah engkau menjalani hubungan yang lebih serius denganku?”.

Kenapa aku bisa begitu yakin? Mari aku ceritakan:

Selama  5 tahun lebih aku bekerja di sebuah rumah produksi yang menayangkan acara  Solusi di salah satu stasiun televisi swasta itu, banyak kisah nyata mirip Cinderella yang aku temukan. Ini benar-benar nyata! So rea! Bukan sinetron,  bukan film.

Sebut saja Maria Beatrix, gadis yang pernah dijuluki “si buruk rupa” dengan bentuk tangan dan  kaki yang sama sekali tidak sempurna, menggunakan kursi roda, namun menemukan “pangeran” yang baik hati berdarah  Inggris.  Pria  ini  begitu  setia mendampinginya bahkan berhasil mengajarinya berenang. Hari ini mungkin mereka sudah menikah.

Ada  juga  Indrawati,  manusia  terpendek  Indonesia yang pernah masuk MURI karena bisa melahirkan dengan normal. Kalau melihat bentuk fisiknya, sangat tidak sempurna,  namun menemukan seorang suami dari kalangan terhormat dan sangat mencintainya  dengan  sepenuh  hati.

Di Bandung, kami juga memiliki narasumber si pelukis Patricia Saerang, seorang yang melukis dengan kakinya atau mulutnya karena tidak memiliki tangan. Namun menemukan pria berdarah Eropa yang sangat mencintainya.  Hari ini mereka sudah menikah dan hidup bahagia.

Jadi,  kalau  mau  banding-bandingan dengan wanita-wanita yang aku sebutkan diatas,  bagaimana  mungkin  kalau  teman-teman  wanita  ku  itu belum bisa menemukan    “sang    pangeran    cinta” ?    Busyett!   Kalau mau banding-bandingan,  teman-teman  wanitaku itu tergolong wanita yang cantik, dengan fisik yang nyaris sempurna dan memiliki pekerjaan yang bagus. Setelah aku analisa, inilah inti permasalahannya:

Ternyata  banyak  wanita tidak tahu kuncinya. Untuk membuka baut ukuran 12, kita harus  menggunakan kunci ring atau kunci pas dengan ukuran yang sama, 12.  Sebut saja hal apa lagi yang lain sebagai perumpamaan. Dari zaman Adam dan Hawa sampai  sekarang,  wanita  memang  didesain  untuk tidak memulai terlebih dahulu dalam  hal cinta.

Ekstrimnya, wanita dilarang jatuh cinta terlebih  dahulu  dan  mengejar-ngejar  pria. Karena wanita memang tidak di desain  untuk  itu.  Perihal  ada  budaya di daerah tertentu dimana pria di lamar  oleh  wanita, aku sangat tidak berminat membahasnya. Dan sampai hari aku masih menganggapnya sebuah keanehan. Aneh! Namun aku menghormatinya.

Aku suka kata-kata ini: Cowok menang milih, cewek menang nolak! Kedengarannya  win-win solution. Ya – bisa begitu. Cowok memang bisa memilih wanita  mana  saja yang dia suka. Cowok bisa saja jatuh cinta dengan wanita mana saja yang hatinya memang “jatuh”. Toh, sampai hari ini jumlah cewek di dunia ini jauh lebih banyak dari cowok.

Cowok  kalau  nembak  cewek  ditolak,  respon selanjutnya ada dua, pertama: mencoba lagi untuk kedua, ketiga, keempat, atau kesekian kalinya atau kedua, tidak melanjutkan  dan  berkelana  mencari  yang lain lagi. Toh, jumlah wanita jauh lebih banyak dari pria. Dan harga diri seorang pria tidak  akan  turun dan tercabik-cabik hanya karena cintanya ditolak. Karena pria  seorang  pejuang  sejati,  dia  pasti  akan mencoba dan mencoba lagi. Sampai dapat! “Emang cewek elo doang?” . Pikiran seperti itu ada kadang di sana .

Tetapi  kalau  wanita  begitu  agresif terhadap pria, lalu kemudian ditolak hehhee $B!!(B.. Jawab sendiri kata yang tepat untuk itu.

Pria  dan  wanita  sama-sama didesain untuk menjadi pemenang. Menang! Cowok menang  milih,  cewek  menang nolak. Masalahnya sekarang banyak wanita yang mencoba  untuk  merubahnya  menjadi:  Cewek  menang milih. Jadi kalau cewek menang milih maka berarti cowok menang nolak!

Bagi  para  cowok,  kalau ditolak adalah hal yang biasa. Memang sedih untuk sesaat. Tapi tidak untuk meratapinya. Lagipula cowok didesain lebih banyak “bermain” pikiran,  daripada  perasaan. Masalahnya, apakah para cewek siap kalau ditolak cowok setelah “menang” milih cowok yang mana aja?

Untuk  menjawab  pertanyaan  ini,  aku  mau  membagikan hal ini kepada para wanita, khususnya.

Paling  tidak  ada  dua wanita yang paling dekat denganku, yang aku ketahui sangat bahagia.  Pertama  adalah ibuku sendiri. Ya, mama. Ibuku melepaskan masa gadisnya ketika usianya 23 tahun, dilamar ayahku, seorang pria tampan berumur 32 tahun  dengan  tubuh  proposional.

Ketika pertama kali bertemu ibuku,  ayahku benar-benar jatuh cinta kepadanya. Padahal saat itu, seorang wanita  sedang  tergila-gila kepadanya dan menjadi begitu agresif. Ia ingin memiliki  ayahku.  Tetapi  sebenarnya  pria tidak bisa berdusta, dan jarang berpura-pura.  Ayahku  tidak  mencintainya.  Namun  wanita  itu memaksanya. Ayahku  pria  sejati  yang  harus  selalu  memulai dan tidak bisa didahului seperti itu. Kepada ibukulah, ayahku jatuh cinta. Mereka menikah pada tahun 1978. Ayahku berkali-kali jatuh cinta dengan wanita yang sama, yaitu ibuku.

Usia  pernikahan mereka sudah 29 tahun dan perkawinan mereka bertambah kuat dari  hari  ke  hari. Aku pikir, ibuku adalah wanita yang paling bahagia di bumi ini karena dia tahu kuncinya. Dia dicintai dan diperlakukan bak ratu.

Kemudian  yang  kedua,  saudaraku satu-satunya. Adik perempuanku yang manis itu.  Di  usianya  yang  26 tahun seorang pria yang sangat mencintainya dan telah setia  menunggunya  selama  6  tahun,  menyatakan keinginannya untuk menghabiskan waktunya  nanti  bersamanya.  Meskipun  enam tahun yang lalu, adikku  tidak  meresponinya,  namun akhirnya ia luluh juga. Kali ini adikku tahu kuncinya: bahwa wanita didesain untuk DICINTAI dan bukan memulai untuk mencintai.

Sebelumnya,  aku  tahu adikku berharap dapat menjalani hubungan dengan seorang pria gagah dari angkatan laut. Namun pria itu ternyata tidak sepenuh  hati mencintainya. Ia sadar, bahwa ia harus melupakan pria itu dan memberi kesempatan untuk yang lain. Hari ini adikku, diperlakukan bak ratu oleh kekasihnya. Begitu dicintai, dilindungi, diperhatikan dan hubungan mereka semakin menunjukkan kualitas yang semakin baik, hari ke hari.

Aku pikir,  adikku  wanita  yang  paling  bahagia saat ini. Karena seorang pria datang kepadanya dan mencintainya dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa.

Sebaliknya,  aku  menemukan ada wanita yang memulai terlebih dahulu, begitu agresif   dan   sangat   mencintai   seorang   pria   dan  akhirnya memang mendapatkannya dan bahkan menikah dengannya. Namun sayang, sesungguhnya dia tidak  pernah  mendapatkan cinta dari suaminya. Karena suaminya punya cinta yang  lain.  Dan wanita itu harus membayar harganya. Sangat mahal. Ia harus berkorban  selama perkawinannya berlangsung. Ia harus berkorban materi yang terus-menerus  dan  yang paling menyedihkan selalu korban perasaan.

Padahal bukankah seharusnya suaminya yang memenuhi kebutuhan materinya? Muka mereka menjadi  begitu  kusut dan tubuh mereka menjadi begitu kering. Karena tidak ‘disirami’  cinta  suaminya.  Karena sekali lagi, suaminya punya cinta yang lain.

Para  wanita,  daripada  engkau mencintai pria yang tidak mencintaimu, atau hanya sekedar  berpura-pura  mencintaimu,  mengapa  engkau  tidak belajar mencintai pria  yang  sangat mencintaimu dan memperlakukanmu dengan begitu berharga? Mungkin  awalnya  engkau  tidak  begitu  menyukainya. Namun jika mengingat bahwa  ia begitu mencintaimu, mengapa wanita tidak mencoba untuk BELAJAR mencintainya dan memberinya kesempatan.

Percayalah  bahwa dalam kamus pria tidak ada istilah BELAJAR mencintai. Mau wanita  yang ditujunya seperti apa, mau gemuk, mau pendek, mau rada tulalit atau sebut  saja  kekurangan lainnya, percayalah bahwa pria adalah makhluk yang jatuh cinta,  bukan  belajar  untuk  mencintai.  Tetapi, wanita bisa BELAJAR mencintai.

Tatkala melihat kegigihan seorang pria yang tidak pernah berhenti menaklukkan hatinya, tatkala melihat pengorbanan, perhatian dan kasih sayang yang diberikan, aku mendengar banyak kesaksian akhirnya wanita menyerah.

Berdasarkan  apa yang aku lihat, bahkan aku mengadakan riset untuk hal ini, wanita yang bijak adalah wanita yang jatuh cinta dengan pria yang terlebih dahulu  jatuh cinta kepadanya. Bukan jatuh cinta dengan pria yang pura-pura jatuh cintanya kepadanya.

Bagi  pria,  Anda  dilarang  untuk berpura-pura jatuh cinta. Karena setelah engkau menjalaninya,  lama-lama pura-pura itu akan hilang dan engkau pasti akan berkelana mencari  cinta  yang  lain.  Bukan  yang pura-pura. Karena bagaimanapun engkau tidak bisa membohongi dirimu sendiri.

Kalau  aku  mencoba  untuk  pura-pura  mencintai  wanita yang pernah sangat mencintaiku,  mungkin  hari ini aku sudah memiliki anak dengannya dan sudah menjadi  orang  kaya  secara  materi. Tetapi aku pasti membuatnya menderita karena kepura-puraan  itu. Aku akan berkelana mencari cinta yang lain. Dan itu sangat menyakitkan. Karena hubungan itu sudah sampai kepada pernikahan, mau tidak  mau  kita  harus tetap meneruskannya, kalau tidak mau anak-anak yang menjadi korban perceraian. Namun harganya terlalu mahal untuk dibayar.

Para  pria  tidak dibenarkan untuk menjadi begitu brengsek dan memanfaatkan wanita yang  jatuh cinta kepadanya, sementara itu sendiri punya cinta yang lain. Para pria  tidak dibenarkan menjadi begitu bejat untuk memanfaatkan uang,  fasilitas  dan  materi yang diberikan oleh wanita yang mencintainya, dengan harapan  bisa  mendapatkan cinta sang pria. Itu pria yang licik dan pengecut.

Untuk  para  wanita,  mungkin  kalian gelisah di usia yang hampir menginjak kepala tiga belum  menemukan  pasangan  sejati.  Mungkin ia sudah datang, tetapi Anda datang, tetapi  Anda  menolaknya. Karena memang anda didesain untuk “menang nolak”.

Tetapi  mungkin  saja  anda  lupa  kuncinya. Kuncinya adalah anda sebaiknya jangan memulai terlebih dahulu dan kalau sulit menjangkaunya, anda menjadi begitu agresif. Anda harus tahu kuncinya bahwa anda didesain untuk dicintai dan diperlakukan bak ratu. Bukan menjadi seorang yang mengejar-ngejar pria.

Berulang  kali  kukatakan  kepada  teman-teman wanitaku. “Kalau ada seorang pria yang  datang  kepada  kalian dan menyatakan cintanya, berpikirlah dua kali untuk menolaknya.” Jangan sampai anda menyesal di kemudian hari.

Aku  tidak  menyarankan kalian untuk terburu-buru menjawab, “Ya”. Aku hanya mengatakan,  “Berpikir  dua  kali  terlebih dahulu untuk menolaknya.” Siapa tahu, ini cinta sejatimu?

Wanita,  anda  begitu  berharga.  Ciptaan  terindah.  Anda ditentukan untuk begitu dicintai, dikagumi, dilindungi, dikasihi, diperhatikan, diayomi dan aku tidak tahu harus menyebutnya  apa  lagi … ; Kalian  ditentukan untuk diperlakukan bak ratu setiap hari.

Karena  manusia ditentukan untuk hidup berpasang-pasangan, hai para wanita, bersiap-siaplah  seorang  pangeran cinta datang kepadamu, menyatakan betapa ia  ingin  menghabiskan waktunya bersamamu, dan memberikan seluruh cintanya kepadamu.  Namun,  ketika  pangeran  cinta  itu  datang, apakah engkau akan langsung menolaknya?  Atau  “berpikirlah  dua kali untuk berkata ‘tidak'”, karena siapa  tahu  ini  orang  yang  akan memperlakukanmu bak ratu. Tidak peduli bentuk fisikmu,  tidak  peduli  tingkat  pendidikanmu bahkan tidak peduli  masa  lalumu. Ia akan datang dengan kata-kata ini, “Aku mencintaimu walaupun  –  .”

Tulisan ini aku dedikasikan untuk para wanita – Ciptaan Terindah


Categories

%d bloggers like this: