Posted by: andersenpanjaitan | September 5, 2008

Sea Surface Temperatur (SST)

Apa yang dimaksud dengan Sea Surface Temperature??

Dari beberapa sumber di internet ada beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  • Surface temperature data collected using IR satellite imagery, buoy and ship data
  • The temperature of the layer of seawater (approximately 0.5 m deep) nearest the atmosphere
  • Temperature slightly below the ocean surface as measured by ocean buoys and ships or on the ocean surface as measured by satellite infrared measurements

Jadi dapat dikatakan bahwa SST berkaitan dengan suhu pada ketinggian atau kedalaman tertentu dari permukaan laut. Pada umumnya pengukuran ini menggunakan citra satelit pada channel Infrared. Namun tetap dilakukan pengukuran secara konvensional di lautan itu sendiri sebagai koreksi terhadap nilai yang dihasilkan satelit. Di Indonesia sendiri BMG selaku instansi yang berwenang melakukan pengukuran variabel meteorologi, telah melakukan pengukuran SST ini pada 6 stasiun maritimnya (kalo ga salah 6). Kemudian juga melakukan pengamatan SST melalui citra satelit seperti NOAA, MTSAT, FengYun, dan MODIS.

Bagaimana data ini digunakan??

SST atau SPL tidak hanya dimanfaatkan dalam dunia Meteorologi untuk mengetahui tingkat konveksi diatas permukaan laut, dalam Klimatologi lebih sering dimanfaatkan untuk mengetahui gejala fenomena Elnino dan Elnina. Terdapat beberapa metode antara lain analisis korelasi silang dan korelasi kanonik terhadap parameter ENSO (SOI dan anomali SPL atau SST) serta parameter hujan dan indeks vegetasi telah dilakukan dengan time lag 0-6 bulan. Selain itu juga dilakukan analisis cross correlation antara parameter ENSO dengan curah hujan dan indeks vegetasi untuk semua lokasi terjadi kekeringan.

Selain itu dalam Oceanografi, SST dapat digunakan untuk kepentingan nelayan. Dari pola distribusi citra Suhu Permukaan Laut (SPL) dapat dilihat fenomena oseanografi seperti upwelling, front, dan pola arus permukaan yang menjadikan suatu perairan menjadi kaya akan nutrient. Analisis dilakukan untuk mengetahui variasi spasial dan temporal dari SPL di suatu perairan. Penentuan SPL dilakukan melalui tahapan perhitungan nilai radiansi (Ni), suhu kecerahan (Tb), suhu air (Tw) dan pemisahan awan-darat (R). Perhitungan SPL dilakukan dengan bantuan software er mapper seperti biasanya untuk analisa chanel lain.

Bagaimana Citra SST yang dianalisis tersebut??

Berikut adalah CItra SST secara glaoba terupdate :

(KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR)

Kemudian juga selain itu kita juga dapat melakukan analisis dengan bantuan citra anomali SST :


Responses

  1. sorry ya lae barangkali ada yang salah ketik, bahwa diatas ada kalimat “dalam Klimatologi lebih sering dimanfaatkan untuk mengetahui gejala fenomena Elnino dan Elnina”….. barang kali El-nino dan La-nina, atau mungkin saya salah bahwa itu fenomena baru… ok tetap bersemangat untuk menulis artikel-2 lain yang mungkin akan banyak bermanfaat baik bagi komunitas maupun bagi awam ….

    hadi AMG ’89

  2. wakakakakkkk.. sory bro.. gw sering salah ketik nih, yup betul maksudnya lanina, mungkin karna dikira adek kakak jadi ketulis elnino dan elnina (wah bagus tuh jadi nama grup band). Btw thanks banget masukannya, kalo boleh bagi2 artikelnya juga donk dsini..


Categories

%d bloggers like this: