Posted by: andersenpanjaitan | August 20, 2008

Dari sore yang menjelang malam

Dari sore yang menjelang malam.

Kutuliskan ini sebagai bentuk rasa syukur, untuk telah dianugerahkan
teman terbaik seperti kalian.

Kebersamaan yang takkan pernah berkarat, biarpun jarak kita jauh,
biar kehidupan kita sudah sendiri-sendiri, biar cerita kita sudah
beda tema, biar lakon drama kita sudah beda naskah, biar kehidupan
membawa kita pergi ke takdir yang berbeda-beda.

Kutuliskan ini sebagai bentuk terima kasih.

Atas rasa terbakar dalam dada, saat menyaksikan teman-teman terbaik
terbang melesat ke awan-awan ilmu itu, melayang-layang di atmosfer
pembelajar sepanjang hayat itu, lalu aku terperangah dan bangun,
berjalan, berlari, sedikit melompat setinggi-tinggi yang aku bisa
capai. Meski belum sampai terbang, tapi sekedar bukti dan teriakan
kecil, kawan…. aku juga berjuang setengah mati sebisa-bisanya!

Kutuliskan ini seperti bentuk cerita, kisah yang bakal ku bagi
semuanya.

Untuk yang terpisah jarak terpisah waktu. Bahwa dalam setiap jatuh,
setiap bangun, setiap sendiri, setiap duka, setiap suka ria, setiap
masa-masa yang aku lewati dalam cerita petualangan ala aku itu, aku
selalu mengingat kalian.

Untuk memulung semangat dari hari-hari yang dulu pernah kita lewati.

Untuk membuat nyala dari bara dalam hati, bahwa di ujung sana ada
teman-teman yang sama berjuang, sama bertahan dari ombang-ambing
ujian demi ujian, sama mendoakan dalam setiap ia punya kesempatan.

Kutuliskan ini sebagai bentuk doa.

Dari jarak yang membentang ini, semoga Dia menjadikan hati-hati kita
berhimpun selama-lama masa.

Kutuliskan ini, dari sebuah sore yang menjelang malam

~Puput P~


Categories

%d bloggers like this: